RSS

Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) KOMUNIKASI KESEHATAN DALAM HEALTH PROMOTION

14 Feb

KOMUNIKASI KESEHATAN DALAM HEALTH PROMOTION

Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE)

Oleh ; Bambang Sutomo,

Magister Promkes Undip Kajian Sumberdaya Manusia Kesehatan, Dosen Poltekkes Depkes Semarang

Promosi kesehatan dan pendidikan kesehatan

Promosi kesehatan ditujukan untuk menolong masyarakat memiliki kehidupan yang sehat. Hal ini meliputi meningkatkan pengetahuan dan kepedulian, memungkinkan mereka melakukan tindakan-tindakan untuk meningkatkan kesehatan mereka dan memastikan bahwa lingkungan mereka memungkinkan mereka untuk membuat pilihan-pilihan kesehatan. Promosi kesehatan meliputi:

1.       Pendidikan kesehatan

2.       Pengembangan kemampuan personal

3.       Penguatan aksi-aksi komunitas

4.       Reorientasi pelayanan kesehatan

5.       Pembangunan kebijakan kesehatan publik

6.       Menciptakan lingkungan yang mendukung

Beberapa contoh promosi kesehatan untuk peningkatan kesehatan seksual dan mengurangi resiko HIV dan PMS:

1.       Pendidikan kesehatan

-        Meningkatkan pengetahuan atas fakta-fakta tentang HIV dan AIDS

-        Bagaimana merawat orang yang menyandang HIV/AIDS

2.       Pengembangan kemampuan personal

-        Cara menggunakan kondom

-        Peningkatan kemampuan komunikasi dan negosiasi bagi perempuan

3.       Penguatan aksi-aksi komunitas

-        Penyediaan kesempatan kerja bagi kaum perempuan

-        Melibatkan lembaga keagamaan maupun LSM

4.       Reorientasi pelayanan kesehatan

-        Penyediaan layanan test HIV dan pendampingan

-        Mengintegrasikan STD dalam PHC

-        Pelayanan kesehatan bagi kaum muda

5.       Pembangunan kebijakan kesehatan publik

-        Pendidikan sex di sekolah-sekolah

-        Hak-hak kepemilikan janda atas tanah dan property

6.       Menciptakan lingkungan yang mendukung

-        Mengijinkan penggunaan kondom

-        Mempertanyakan (mengubah) tradisi-tradisi yang menghambat

-        Mempromosikan penggunaan kondom, mengembangkan sikap disiplin pribadi dan kejujuran

 

Pendidikan kesehatan: berbagai kombinasi dari pembelajaran yang dirancang untuk mempengaruhi, memungkinkan dan mendorong adopsi secara sukarela perilaku-perilaku yang kondusif bagi kesehatan. Tujuan pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan dan kepedulian yang diperlukan bagi promosi kesehatan.

 

KIE (kommunication, information, education)

KIE  dalam program kesehatan ditujukan untk meningkatkan kepedulian dan mengubah sikap untuk menghasilkan suatu sebuah perubahan perilaku yang spesifik. IEC berarti berbagi informasi dan ide melalui cara-cara yang dapat diterima oleh komunitas, dan menggunakan saluran, metode maupun pesan yang tepat. Hal ini lebih luas dari pengembangan materi pendidikan kesehatan karena meliputi proses komunikasi dan membangun jaringan komunikasi.

KIE  harus melibatkan partisipasi aktif dari target audiens dan menggunakan metode maupun teknik yang familiar bagi audiens. KIE merupakan alat yang penting dalam promosi kesehatan untuk menciptakan linkungan yang mendukung dan penguatan aksi-aksi komunitas serta berperan penting dalam perubahan perilaku.

 

Komunikasi

Komunikasi adalah tentang pertukaran informasi, berbagi ide dan pengetahuan. Hal ini berupa proses dua arah dimana informasi, pemikiran, ide, perasaan atau opini disampaikan/dibagikan melalui kata-kata, tindakan maupun isyarat untuk mencapai pemahaman bersama. Komunikasi yang baik berarti bahwa para pihak terlibat secara aktif. Hal ini akan menolong mereka untuk mengalami cara baru mengerjakan atau memikirkan sesuatu, dan hal ini kadang-kadang disebut pembelajaran partifipatif.

Semua aktifitas manusia melibatkan komunikasi, namun karena kita sering menerimanya begitu saja, kita tidak selalu memikirkan bagaimana kita berkomunikasi dengan yang lain dan apakah efektif atau tidak.  Komunikasi yang baik melibatkan pemahaman bagaimana orang-orang  berhubungan dengan yang  lain, mendengarkan apa yang dikatakan dan mengambil pelajaran dari hal tersebut. Perbedaan antara pendekatan komunikasi yang melibatkan ‘berbagi informasi/information sharing’ dengan pemberian informasi (information giving) disajikan pada box berikut:

PEMBERIAN INFORMASI INFORMATION SHARING (komunikasi)
Pengajaran formal Pembelajaran partisipatif
Berbicara secara top-down Mengedepankan dialog
Menguraikan larangan-larangan Menjadikan ide menarik
Para professional yang paling mengetahui Bekerjasama
Tergantung kepada pemaparan pengajar Menggunakan metode partisipatif
Pengajar adalah pengambil keputusan Udiens terlibat dalam pengambilan keputusan
Tergantung kepada poster (media visual miskin) Menggunakan berbagai media visual
Dibatasi waktu pengajar Menambah waktu jika perlu

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Efektifitas komunikasi tergantung kepada:

1.       Sumbernya (sikap, pengetahuan, kemampuan berkomunikasi, kesesuaian dengan system sosial dan budaya)

2.       Pesannya ( jelas, sederhana, spesifik, factual, tepat, relevan, sesuai konteks waktunya)

3.       Saluran yang digunakan/alat (tepat, relevan, dapat diakses dan terjangkau harganya)

4.       Penerima (sikap, persepsi, kemampuan komunikasi, pengetahuan, system sosial dan budaya)

 

Model-model komunikasi

Terdapat beberapa model komunikasi yang membantu menerangkan proses komunikasi, dua diantarannya adalah:

a.     Model SMCR: komunikasi terjadi jika ada pengirim (Sender), pesan yang dikirimkan (Message), alat atau saluran pengirim pesan (Channel), dan penerima pesan (Reciever).  Penerima pesan harus menginterpretasikan pesan secara benar untuk memahaminya.  Model ini mengeasumsikan bahwa tujuan komunikasi adalah untuk mempengaruhi perubahan dalam hal pengetahuan, sikap atau perilaku dari penerima pesan. Kelemahan utama dari model ini adalah tidak nampaknya dialog diantara pengirim dan penerima.

b.    Model konvergen: tidak seperti model SMCR, model ini menunjukkan bahwa komunikasi melibatkan dialog dan pertukaran informasi serta ide untuk mencapai pemahaman bersama. Hal ini meliputi ide bahwa individu adalah partisipan yang secara aktif membawa pengalamannya ke dalam proses komunikasi, yang terjadi secara terus menerus dan terdiri dari berbagai aktifitas seperti mendengarkan, refleksi, mengekspresikan ide, perasaan dan perilaku. Secara teoritis semakin banyak terjadi komunikasi maka semakin bertambah wilayah pemahaman bersama. Dalam model ini menggambarkan beberapa prinsip-prinsip komunikasi:

 

-        Orang memilih apa yang mereka lihat

-        Mereka menginterpretasikan secara selektif yang mereka lihat

-        Memilih mana yang perlu diingat dan mana yang dilupakan

-        Kata dan pengertian berada dalam konteks dan merupakan bagian dari relasi

-        Komunikasi merupakan proses yang terjadi terus-menerus, bukan produk.

 

Tipe-tipe komunikasi

Dua tipe utama komunikasi yaitu komunikasi interpersonal dan komunikasi massa.

Komunikasi interpersonal, kadang-kadang disebut juga komunikasi tatap muka, merupakan salah satu metode komunikasi yang paling efektif. Komunikasi interpersonal dapat dilakukan antara perseorangan maupun dengan seseorang dengan kelompok kecil untuk bertukar informasi, mengembangkan dialog dan membantu mereka membuat keputusan sendiri.

Komunikasi massa, biasanya melibatkan audiens yang lebih luas dan menggunakan media massa untuk menjangkau jumlah massa yang banyak dalam satu kesempatan.

Dalam KIE komunikasi interpersonal maupun komunikasi massa memainkan peranan yang berbeda namun saling melengkapi. Sebagai contoh: iklan radio atau TV dapat memperkenalkan ide perilaku yang baru seperti keluarga berncana dan memotivasi orang untuk mengunjungi klinik atau menghubungi petugas kesehatan. Komunikasi interpersonal dapat mendukung pesan yang diterima seseorang dari media massa dengan memberikan kesempatan untuk bertanya dan menerima lebih banyak informasi. Dalam keluarga berencana, komunikasi interpersonal berperan penting dalam menentukan apakah klien menggunakan metode yang benar ataukah harus selalu bolak-balik untuk mendapatkan ararahan-arahan.

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Februari 14, 2011 in Tenaga Kesehatan

 

2 responses to “Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) KOMUNIKASI KESEHATAN DALAM HEALTH PROMOTION

  1. franci chandra

    April 20, 2011 at 3:00 am

    Artikel yang bagus …. thanks!!

     
  2. bambangsutomo

    April 20, 2011 at 1:59 pm

    terima kasih, semoga bermanfaat

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: